Senin, 09 Januari 2012

fenomena badai matahari


Kekhawatiran sejumlah masyarakat akan adanya aktivitas berlebih matahari pada tahun 2012 atau yang disebut dengan badai matahari 2012 diprediksi benar adanya. Ini merupakan siklus matahari yang biasa terjadi 11 tahun sekali. Berbahaya kah?
Menurut Clara Yono Yatini, Kepala Bidang Matahari Antariksa LAPAN, siklus rutin ini menunjukkan adanya masa awal, puncak dan akhir siklus. Nah, aktivitas matahari saat awal dan akhir siklus cenderung tenang. Sebaliknya, puncak aktivitas matahari terjadi saat siklus matahari mencapai puncaknya.
Biasanya saat masa puncak tersebut, terjadi aktivitas berlebih di matahari. Mulai dari bintik matahari (sunspot), lidah api (flare) dan badai matahari. Puncak aktivitas matahari yang diperkirakan akan terjadi pada 2012, disebutkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dapat menimbulkan badai matahari.
Profesor riset astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, memperkirakan puncak aktivitas pusat tata surya kita, yaitu matahari, akan terjadi antara tahun 2012 hingga 2013.
Menurut Thomas, Badai matahari merupakan dampak dari puncak aktivitas matahari. Dampak terburuk dari fenomena ini adalah terganggunya teknologi satelit, komunikasi, navigasi dan induksi trafo listrik.
Namun menurut Thomas hal itu sangat normal sebagai bagian dari siklus puncak aktivitas matahari yang terjadi setiap 11 tahun sekali. Meski perlu diwaspadai, badai itu tidak sampai menghancurkan bumi. Dampak badai matahari yang paling terasa adalah perubahan iklim yang ekstrem.
Biasanya terjadi perubahan suhu ekstrem di bumi belahan utara. Di duga, perubahan cuaca yang ekstrem akhir-akhir ini merupakan dampak dari aktivitas minimum matahari yang diperkirakan berlangsung pada 2006 hingga 2007. Namun nyatanya aktivitas minimum ini terus berlanjut hingga 2009.
Secara sederhana, para astronom menggambarkannya sebagai aktivitas kekuatan gravitasi matahari yang sangat kuat dan setiap 11 tahun sekali perilakunya meningkat. Saat tarik menarik gravitasi demikian kuat dan tidak tertahankan lagi, hal ini akan menyebabkan ledakan hidrogen.
Puncak aktivitas matahari melontarkan miliaran ton partikel, plasma berenergi tinggi, dan radiasi gelombang elektromagnetik. Lontaran partikel dan radiasi yang mengarah ke bumi akan mempengaruhi lapisan atmosfer, sistem teknologi, serta aktivitas manusia di antariksa dan bumi.

0 komentar:

Posting Komentar